Laporan survey geolistrik seharusnya membantu buyer mengambil keputusan: titik mana yang diprioritaskan, kedalaman apa yang perlu diuji, dan risiko apa yang masih harus divalidasi.
Jika laporan hanya berisi tabel angka atau gambar penampang berwarna tanpa penjelasan, tim pengeboran dan engineering masih harus menebak tindakan berikutnya.
1. Tujuan dan Batas Survey
Laporan perlu menjelaskan apakah survey ditujukan untuk:
- mencari zona potensial air tanah;
- menentukan prioritas titik bor;
- memetakan bedrock atau rekahan;
- mengidentifikasi intrusi air asin;
- mendukung investigasi lain.
Batas area, jumlah titik, panjang lintasan, tanggal, dan kondisi pelaksanaan juga harus tercatat.
2. Peta Titik dan Lintasan
Peta minimal menunjukkan:
- lokasi sounding atau lintasan;
- arah bentangan;
- titik referensi dan koordinat;
- fitur penting seperti jalan, bangunan, sumur lama, dan batas lahan;
- area yang tidak dapat diakses.
Tanpa posisi yang jelas, rekomendasi sulit diterapkan oleh tim pengeboran.
3. Metode dan Desain Akuisisi
Laporan sebaiknya mencantumkan metode, konfigurasi, spasi elektroda, panjang bentangan, alat, dan target kedalaman. Informasi ini diperlukan untuk memahami resolusi serta keterbatasan data.
4. Kualitas dan Pengolahan Data
Buyer tidak harus menguasai software inversi, tetapi laporan perlu menyebutkan proses pengolahan dan indikator kualitas yang relevan. Data yang buruk tidak boleh disembunyikan hanya agar penampang terlihat rapi.
5. Model Resistivitas
Output dapat berupa model 1D atau penampang 2D. Gambar harus memiliki:
- skala kedalaman;
- skala warna dan satuan;
- posisi titik atau lintasan;
- elevasi jika digunakan;
- anotasi zona penting;
- kualitas resolusi yang cukup untuk dibaca.
Nilai resistivitas bukan label material yang berlaku universal. Interpretasi harus dikaitkan dengan geologi lokal.
6. Interpretasi Hidrogeologi
Bagian ini menjelaskan kemungkinan lapisan penutup, lempung, pasir, batuan lapuk, bedrock, rekahan, zona jenuh, atau indikasi air asin.
Interpretasi yang baik membedakan antara:
- data yang terukur;
- model hasil pengolahan;
- interpretasi profesional;
- asumsi yang masih perlu divalidasi.
7. Rekomendasi Titik Bor
Untuk kebutuhan air tanah, laporan idealnya memberi:
- titik prioritas;
- titik alternatif;
- koordinat;
- estimasi kedalaman target;
- alasan teknis pemilihan;
- catatan akses dan keterbatasan;
- saran validasi saat pengeboran.
Rekomendasi bukan jaminan debit. Namun, rekomendasi harus cukup spesifik agar dapat ditindaklanjuti.
8. Keterbatasan
Keterbatasan dapat berasal dari:
- area beton atau aspal;
- bentangan yang terlalu pendek;
- gangguan listrik;
- kontak elektroda buruk;
- data geologi terbatas;
- topografi;
- target terlalu dalam;
- ambiguitas antara lempung, air tawar, dan air asin.
Laporan yang mengakui keterbatasan lebih berguna daripada laporan yang memberikan kepastian palsu.
9. Langkah Berikutnya
Rekomendasi pascasurvey dapat mencakup:
- pengeboran titik prioritas;
- well logging;
- pengambilan sampel;
- pumping test;
- uji kualitas air;
- lintasan tambahan;
- korelasi dengan data sumur atau geologi.
Lihat apa yang dilakukan setelah survey geolistrik untuk alur validasinya.
Checklist Penerimaan Laporan
| Item | Harus Dijawab |
|---|---|
| Lokasi | Di mana titik/lintasan survey? |
| Metode | Bagaimana data diambil dan diolah? |
| Temuan | Zona apa yang dianggap prospektif? |
| Kedalaman | Berapa estimasi target yang perlu diuji? |
| Prioritas | Titik mana yang didahulukan dan apa alternatifnya? |
| Risiko | Apa yang belum dapat dipastikan? |
| Tindakan | Apa langkah teknis selanjutnya? |
Sepakati Output Sebelum Pekerjaan
Deliverable sebaiknya tercantum pada quotation, bukan dinegosiasikan setelah pengukuran selesai. Panduan harga jasa geolistrik menjelaskan pengaruh detail laporan terhadap biaya.
Geosinergi menyediakan survey geolistrik dengan interpretasi dan laporan yang disesuaikan tujuan proyek.
